Kamis, 18 Juli 2019

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah untuk dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas.

Sedangkan teori ekonomi adalah pandangan - pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang sebenarnya/nyata dalam kegiatan ekonomi dan ramalan peristiwa yang akan terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan. 

 Ekonomi Makro

Istilah "ekonomi makro" itu sendiri untuk pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frisch pada tahun 1933, untuk diterapkan pada studi mengenai hubungan antar agregat ekonomi yang bersifat luas, seperti; pendapatan nasional, inflasi, pengangguran agregat, dan neraca pembayaran.

Ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari keseluruhan ekonomi dalam bentuk jumlah barang dan jasa yang diproduksi, total pendapatan yang dihasilkan, tingkat pengangguran, serta sifat-sifat umum harga barang. Ekonomi makro lebih digunakan untuk menganalisis masalah-masalah yang lebih general (umum), seperti analisis tentang kebijakan pemerintah mengenai stabilitas harga, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, dan sebagainya.

Apabila yang dibicarakan masalah produsen maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan. Demikian halnya, jika konsumen maka yang dianalisis adalah seluruh konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan oleh perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan, penawaran, perusahaan, harga, dan variabel lainnya.

Intinya, ekonomi makro menganalisis penentuan tingkat kegiatan ekonoi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory). Tujuan dan sasaran analisis ekonomi makro, antara lain:
a.   membahas masalah sisi permintaan agregat dalam menentukan tingkat              kegiatan ekonomi, dan
b.   pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan          prestasi kegiatan ekonomi yang diinginkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar